Tugas 4 Makalah ( Diksi )
MAKALAH
(DIKSI)
(Makalah Disusun Untuk Memenuhi Nilai Ujian Akhir
Semester Mata Kuliah Bahasa Indonesia)
Dosen Pengampu :
Silvia Ratna
Juwita, M.Pd.
Oleh :
Alika Ihza
Ababil (20190306106)
Annisa Nur
Salsabila (20190306023)
Deni Setiadi
(20190401263)
Nurhaliza
Putrikama (20190306109)
Vania Rachma
Putri (20190306130
UNIVERSITAS ESA UNGGUL
KAMPUS HARAPAN INDAH BEKASI
2019
DAFTAR ISI
Daftar Isi
BAB
I PENDAHULUAN............................................................................................... 3
BAB
II PEMBAHASAN................................................................................................ 6
BAB
III PENUTUP...................................................................................................... 19
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia
memiliki bermacam-macam suku bangsa dan bahasa. Bahasa yang digunakan juga
memiliki karakter berbeda-beda sehingga penggunaan bahasa tersebut berfungsi
sebagai saran komunikasi dan identitas suatu masyarakat tersebut.
Sebagai
makhluk social, kita tidak bisa terlepas dari berkomunikasi dengan sesame dalam
setiap aktivitas. Dalam kehidupan bermasyarakat, sering kita jumpai ketika
seseorang berkomunikasi dengan pihak lain, tetapi pihak lawan bicara kesulitan
menangkap informasi dikarenakan pemilihan kata yang kurang tepat.
Kata
merupakan tataran terendah dan kalimat merupakan tataran tertinggi. Sebuah kata
akan lebih jelas, jika pilihan kata tersebut tepat dan sesuai. Ktetpatan
pilihan kata bertujuan agar tidak menimbulkan interpretasi yang berlainan
antara penulis/pembicara dengan pembaca/pendengar. Sedangkan kesesuaian kata
bertujuan agar tidak merusak suasana. Selain itu berfungsi untuk menghaluskan
kata dan kalimat agar terasa lebih indah.
Diksi
atau tata cara pemilihan kata sering sekali menjadi masalah yang sangat umum di
masyarakat. Hal ini terjadi karena masih banyak penggunaan atau pemilihan kata
yang biasa digunakan saat melakukan percakapan. Sehingga kita memilih kata yang sebenarnya kurang
pantas untuk digunakan.
Terkadang,
kita pun tidak mengetahui pentingnya penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan
benar. Sehingga ketika dalam berbahasa, baik lisan maupun tulisan, sering
mengalami kesalahan.
Penggunaan
diksi sangat penting agar terciptanya komunikasi yang efektif dan efisien.
Pemilihan kata yang tepat merupakan sarana pendukung dan penentu keberhasilan
dalam berkomunikasi. Pemilihan kata tidak hanya digunakan dalam berkomunikasi
namun juga dapat digunakan dalam bahasa tulis (jurnalistik). Dalam bahasa tulis
pilihan kata (diksi) mempengaruhi pembaca mengerti atau tidak dengan kata-kata
yang kita pilih.
Penggunaan
diksi juga untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman dalam berkomunikasi.
Diksi atau pilihan kata dalam berbahasa, sesungguhnya mempersoalkan kesanggupan
sebuah kata/frasa atau kelompok kata untuk menimbulkan gagasan yang tepat pada
imajinasi pembaca atau pendengarnya.
Pilihan
kata atau diksi, tidak hanya soal pilih memilih kata. Melainkan, lebih mencakup
bagaimana efek kata tersebut terhadap makna dan informasi yang ingin
disampaikan. Dengan demikian, agar dapat berbahasa dengan baik dan benar, kita
harus memerhatikan pemakaian kata dan kaidah yang tepat.
Menulis
merupakan kegiatan yang menghasilkan ide secara terus menerus dalam bentuk
tulisan secara teratur yang mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan, perasaan
(ekspresif). Untuk itu, penulis atau pengarang membutuhkan keterampilan dalam
hal struktur bahasa dan kosakata. Ketetapan diksi dalam membuat suatu tulisan
atau karangan, tidak dapat diabaikan demi menghasilkan tulisan yang mudah
dimengerti.
Tidak
dapat disangkal bahwa dalam penggunaan kosakata adalah bagian yang sangat
penting dalam dunia perguruan tinggi. Orang yang luas kosakatanya akan memiliki
kemampuan yang tinggi untuk memilih setepat-tepatnya kata mana yang paling
harmonis untuk mewakili maksud atau gagasannya. Sebaliknya, orang yang miskin
kosakatanya akan sulit menemukan kata lain yang lebih tepat. Karena ia tidak
tahu bahwa ada kata-kata yang bersinonim itu.
Kita
sebagai mahasiswa yang baik, hendaknya mengetahui dan memahami bagaimana
penggunaan pilihan kata yang tepat dan cermat dalam konteks yang tepat pula.
Dalam
makalah ini, kami menjelaskan tentang diksi yang digunakan dalam kehidupan
sehari-hari. Baik dalam segi makna/relasi, gaya bahasa, ungkapan, kata ilmiah,
kata populer, kata serapan, dan kata sapaan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan diksi?
2. Apa
saja jenis-jenis diksi?
3. Apa
yang dimaksud kata ilmiah, kata popular, kata jargon, dan slang?
4. Apa
saja persyaratan dalam diksi/
5. Apa
saja ciri-ciri diksi?
6. Apa
saja pemakaian kata dalam diksi?
7. Apa
saja fungsi diksi?
8. Apa
saja manfaat diksi?
9. Apa
yang dimaksud dengan gaya bahasa?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Diksi
Diksi
berasal dari kata dictionary yang
kata dasarnya diction berarti pemilihan kata. Dalam Websters (Edisi ke-3, 1996) diction
diuraikan sebagai choice of words esp
with regard to correctness, clearness, or effectiveness. Jadi, diksi
membahas penggunaan kata, terutama pada soal kebenaran, kejelasan, dan
keefektifan. Diksi adalah pilihan kata terhadap bahasa yang dikuasai penutur.
Ini dijumpai dalam Suyitno (1985 :
117)
Keraf
menyimpulkan 3 hal terkait dengan diksi, yaitu bahwa :
1. Pilihan
kata atau diksi mencakup pengertian kata-kata yang dipakai untuk menyampaikan
suatu gagasan, bagaimana menggunakan ungkapan kata yang tepat dan gaya mana
yang paling baik digunakan dalam situasi tertentu.
2. Pilihan
kata atau diksi adalah membedakan secara tepat nuansa makna dari gagasan yang
hendak disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai.
3. Pilihan
kata atau diksi yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasaan
sejumlah besar atau kosakata dalam suatu pembahasan.
2.2 Jenis-Jenis Diksi
Jenis
diksi dibedakan menjadi 2 yaitu jenis diksi yang berdasarkan maknanya, dan
jenis diksi yang yang berdasarkan leksikal.
1.
Jenis
diksi yang berdasarkan makna
a. Denotasi
Denotasi adalah konsep dasar yang
didukung oleh suatu kata. Denotasi juga merupakan definisi utama suatu kata
sebagai lawan dari konotasi. Denotasi mengacu pada makna yang sebenarnya.
Contoh
:
(1) Anita
sangat “gemar membaca”, maka tidak kaget jika dia pintar memiliki pengetahuan
yang luas.
(2) Sinta
terlihat sangat gembira, mungkin dia sedang mendapatkan “keuntungan yang
berlimpah”.
(3) Badan
Rika sangat “kurus” (kata kurus tersebut memiliki makna denotasi keadaan
tubuhnya yang lebih kecil dari ukuran badan normal).
b. Konotasi
Konotasi adalah jenis suatu kata makna
yang mengandung arti tambahan, imajinasi atau nilai rasa tertentu. Konotasi mengacu
pada makna kias (bukan sebenarnya).
Contoh
:
(1) Anto
“banting tulang”, bekerja dari pagi sampai sore untuk memenuhi kebutuhan
keluarganya. (Kata “banting tulang’ tersebut diartikan bahwa Anto bekerja
keras).
(2) Budi
merupakan murid yang “kutu buku”, jadi tidak kaget jika dia pintar dan memiliki
wawasan yang luas. (Kata ‘kutu buku” berarti Budi itu sangat suka membaca
buku).
(3) Farhan
sangat bahagia, mungkin karena dia mendapatkan “durian runtuh”. (Kata “durian
runtuh” berarti Farhan sedang mendapatkan banyak keuntungan).
2.
Jenis
diksi yang berdasarkan leksikal
a. Sinonim
Sinonim merupakan kata yang mempunyai
makna yang sama.
Contoh
:
(1) Pintar
= Pandai
(2) Bunga
= Kembang
b. Antonim
Antonim merupakan makna yang berlawanan.
Contoh
:
(1) Tua
≠ Muda
(2) Besar ≠ Kecil
c. Homoni
Homoni
merupakan kata yang mempunyai makna berbeda, namun pada lafal/ejaannya sama.
Contoh
:
(1) Pada
pertengahan bulan, ibu selalu menerima upah kerja.
(2) Bulan
purnama itu terlihat sangat indah dan banyak bintang yang menemaninya.
Kata
“bulan” pada contoh kalimat di atas mempunyai lafal dan ejaan yang sama. Namun
mempunyai makna yang berbeda.
d. Homofon
Homofon
merupakan kata yang mempunyai makna serta ejaan yang berbeda. Namun mempunyai
lafal yang sama,
Contoh :
(1) Lani
sedang mentrasfer uang di bank.
(2) Bang
Mamat adalah kakaknya Lani.
Kata
“bank” serta “bang”, mempunyai lafal yang sama. Namun, ejaan dan maknanya berbeda.
e. Homograf
Homograf
merupakan kata yang mempunyai makna serta lafal yang berbeda. Namun mempunyai
cara ejaan yang sama.
Contoh
:
(1) Icha
suka makan tahu goreng di ujung jalan.
(2) Ika
tidak tahu bahwa hari ini hari Senin.
Kata
“tahu” pada kedua kalimat tersebut memiliki cara ejaan yang sama.
f. Polisemi
Polisemi
merupakan kata yang mempunyai banyak arti. Polisemi berasal dari kata “poly
berarti banyak” dan “sema berarti tanda”.
Contoh
:
(1) Ani
merupakan salah satu anak dari seorang pengusaha.
(2) Kemarin
malam, Joko tergelincir dari anak tangga itu.
Kata
“anak” pada kalimat pertama mempunyai arti benar-benar seorang anak.Sedangkan
pada kalimat kedua mempunyai arti sebuah tangga.
g. Hipernim
dan Hiponim
Hipernim
merupakan kata yang mewakili banyak dari kata lain. Sedangkan hipornim
merupakan kata yang terwakili artinya oleh suatu kata hipernim.
Contoh
:
Hipernim
|
Hiponim
|
Ibu
membeli ikan di pasar Minggu
|
Adik
paling suka makan gurame dan lele
|
Kakak
sedang membuat kue untuk lebaran nanti
|
Pada
saat Hari Raya Idul Fitri, hampir di setiap rumah menghidangkan kue nastar
|
Sebelum
berangkat sekolah, siapkan seragam sekolah yang akan dikenakan
|
Setiap
hari Rabu, saya memakai baju batik
|
Kebun
Binatang Ragunan, memiliki koleksi unggas yang sangat langka di dunia
|
Burung
cendrawasih merupakan hewan langka yang sangat dilindungi
|
2.3 Kata Ilmiah, Kata Populer, Kata Jargon, dan Slang
2.3.1 Kata Ilmiah
Kata ilmiah merupakan kata logis dari
bahasa asing yang dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
2.3.2 Kata Populer
Kata populer merupakan kata yang biasa
digunakan dalam komunikasi sehari-hari.
Berikut
adalah contoh dari kata ilmiah dan kata
populer :
Kata
Ilmiah
|
Kata
Populer
|
Budget
|
Anggaran
|
Prediksi
|
Ramalan
|
Frustasi
|
Rasa
kecewa
|
Bibliografi
|
Daftar
pustaka
|
Anarki
|
Kekacauan
|
Biodata
|
Biografi
singkat
|
Public
|
Umum
|
Format
|
Ukuran
|
Analogi
|
Kiasan
|
Target
|
Sasaran
|
Final
|
Akhir
|
Investasi
|
Penanaman
modal
|
Verifikasi
|
Pemeriksaan
|
Opini
|
Pendapat
|
Market
|
Pasar
|
Konsumen
|
Pembeli
|
Import
|
Pemasukan
barang
|
Eksport
|
Pengeluaran
barang
|
Korelasi
|
Hubungan
|
Saham
|
Surat
hak
|
Distribusi
|
Penyaluran
|
Energi
|
Tenaga
|
Kuantitas
|
Jumlah
|
Metode
|
Cara
kerja
|
2.3.3 Kata Jargon
Kata Jargon merupakan kata yang
mengandung makna suatu bahasa atau tutur kata yang dianggap aneh. Kata ini juga
merupakan kata sandi/kode rahasia untuk kalangan tertentu.
Contoh
:
a. Sikon
(Situasi dan Kondisi)
b. Prokon
(Pro dan Kontra)
c. Dr.
(Doktor)
2.3.4 Slang
Slang adalah kata-kata yang tidak baku.
Contoh :
a. Matere
(Materai)
b. Hakekat
(Hakikat)
c. Cuman
(Hanya)
2.4 Persyaratan Diksi
Dalam diksi, ada 2 syarat yang harus
dipenuhi yaitu ketepatan dan kesesuaian. Untuk memenuhi syarat tersebut, perlu
diperhatikan :
a. Kaidah
kelompok kata/frase
Pilihan
kata/diksi yang sesuai dengan kaidah kelompok kata/frase, seharusnya tepat,
seksama, lazim, dan benar.
b. Kaidah
makna kata
Berdasarkan
bentuk makna, dibagi menjadi 2 macam :
(1) Makna
Leksikal, merupakan makna yang terdapat pada kata tersebut secara utuh, sesuai
dengan bawaannya.
Contoh
:
“Tikus itu mati diterkam kucing”, makna
kata “tikus”, pada kalimat tersebut
adalah “binatang tikus”, bukan yang
lainnya.
(2) Makna
Gramatikal, merupakan makna yang dmuncul sebagai akibat berfungsinya sebuah
kata dalam suatu kalimat.
Contoh
:
“mata”, secara leksikal, bermakna
alat/indra yang berfungsi untuk meilhat. Tetapi, setelah digabung dengan
kata-kata lain, menjadi “mata pisau”,
“mata air”, “mata duitan”, dan lain sebagainya. Maka, hal ini maknanya akan
berubah menjadi makna gramatikal.
c. Kaidah
lingkungan sosial
Diksi harus selalu memerhatikan
lingkungan dalam pemakaian kata-kata. Dengan membedakan lingkungan , pilihan
kata yang digunakan akan lebih tepat dan mengena. Lingkungan dapat dilihat
berdasarkan :
(1) Tingkat
social yang mengakibatkan terjadinya sosiolek.
(2) Daerah/geografi
yang mengakibatkan dialek.
(3) Formal/nonformal
yang mengakibatkan bahasa baku/tidak baku.
(4) Umum
dan khusus yang mengakibatkan terjadinya bahasa umum dan khusus.
d. Kaidah
karang-mengarang
Pilihan
kata akan memberikan informasi sesuai dengan apa yang dikehendaki. Pilihan kata
dengan kaidah mengarang, memiliki kelompok kata yang berpasangan tetap, pilihan
kata langsung, dan pilihan kata yang dekat dengan pembaca.
Contoh
:
(1) Terdiri
dari, terdiri dala, terdiri atas.
(2) Ditemani
oleh, ditemani dari, ditemani dengan.
(3) Ia
menelpon kekasihnya (pilihan kata langsung).
(4) Ia
memanggil kekasihnya melalui telepon (pilihan kata yang panjang dan
berbelit-belit).
(5) Tidak
semua pendengar/pembaca mengerti singkatan “balita”.
2.5 Ciri-Ciri Diksi
Setelah mengetahui syarat diksi,
kita juga harus mengetahui ciri-ciri diksi tersebut. Di bawah ini merupakan
ciri-ciri diksi, antara lain :
a. Tepat
dalam pemilihan kata untuk dapat mengungkapkan gagasan.
b. Dapat
digunakan untuk membedakan nuansa makna dengan bentuk yang sesuai terhadap
gagasan dan situasi maupun nilai rasa pembacanya.
c. Menggunakan
pembendaharaan kata yang dimiliki oleh masyarakat bahasanya serta dapat
menggerakkan atau memberdayakan kekayaan itu menjadi sebuah kata yang jelas.
2.6 Pemakaian Kata Umum dan Kata Khusus
Perbedaan ruang lingkup acuan makna
suatu kata terhadap kata lain menyebabkan lahirnya istilah kata umum dan kata
khusus. Makin luas ruang lingkup acuan makna sebuah kata, makin umum sifatnya.
Kata umum meberikan gambaran yang kurang jelas. Sedangkan kata khusus
memberikan gambaran yang jelas dan tepat.
Contoh :
Umum
|
Khusus
|
Melihat
|
Memandang
Menonton
Menengok
Menatap
Menentang
Menoleh
Meninjau
Menyaksikan
|
Buah
|
Mangga
Apel
Jeruk
Markisa
Anggur
Jambu
Semangka
Melon
Apel
Pisang
Semangka
Nanas
|
Bunga
|
Melati
Mawar
Anggrek
Tulip
Dahlia
Lavender
Sakura
Teratai
|
Bentuk
|
Persegi
Oval
Lingkaran
Segitiga
Segilima
Segienam
Kerucut
Trapesium
|
2.7 Fungsi Diksi
Adapun fungsi diksi, yaitu :
a. Membantu
audiens/pembaca mengerti apa yang disampaikan penulis atau pembicara.
b. Menciptakan
aktivitas komunikasi yang lebih efektif dan efisien.
c. Menyampaikan
gagasan atau ide dengan tepat.
d. Mencegah
kesalahpahaman.
e. Membentuk
gaya ekspresi gagasan yang tepat.
f. Mencegah
perbedaan penafsiran.
2.8 Manfaat Diksi
Manfaat diksi adalah agar pembaca
atau pendengar dapat membedakan kata-kata denotative, konotatif, sinonim,
antonim, dan juga kata yang hampir memiliki ejaan yang sama. Sedangkan bagi
penulis, diksi bermanfaat agar penulis dapat membedakan kata-kata yang
ditulisnya sendiri dan kata-kata yang dikutipnya dari orang lain.
2.9 Pengertian Gaya Bahasa
Gaya bahasa atau yang biasa disebut
dengan majas adalah cara penutur mengungkapkan maksudnya. Banyak cara yang
dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud. Ada cara yang menggunakan
perlambang (majas metafora, personifikasi), ada acara yang menekankan kehalusan
(majas eufemisme, litotes), dan masih banyak lagi majas lainnya. Semua itu
merupakan prinsip dalam corak seni berbahasa untuk menimbulkan kesan
tertentu bagi pembaca atau pendengar.
Ada
6 faktor yang mempengaruhi tampilan bahasa seorang komunikator dengan mitranya,
yaitu :
a. Cara dan media komunikasi :
lisan atau tulisan, langsung atau tidak langsung, media cetak atau media
elektronik.
b. Bidang ilmu :
filsafat, sastra, hukum, teknik, kedokteran, dan lain sebagainya.
c. Situasi :
resmi, tidak resmi, setengah resmi.
d. Ruang atau konteks :
seminar, kuliah, ceramah, pidato.
e. Khalayak :
dibedakan berdasarkan umur (anak-anak, remaja, dewasa, orang tua), jenis
kelamin (laki-laki, perempuan), tingkat Pendidikan, dan status sosial (rendah,
menengah, tinggi).
f. Tujuan :
Membangkitkan emosi, diplomasi, humor, dan informasi.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Diksi merupakan kemampuan membedakan
secara tepat makna dari gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk
menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok
masyarakat pendengar. Pilihan kata yang sesuai dan tepat hanya dimungkinkan
oleh penguasa sejumlah besar kosakata.
Diksi berfungsi sebagai alat agar
tidak terjadi kesalahpahaman antara pembaca atau penulis terhadap pendengar
atau pembaca dakam berkomunikasi. Diksi memiliki syarat-syarat ketepatan agar
menimbulkan imajinasi yang sesuai antara pembicara dan pendengar. Fungsi diksi
secara umum ialah agar masyarakat dapat berkomunikasi dengan baik dan benar.
3.2 Saran
Seorang mahasiswa, perlu sekali mempelajari
dan memahami bagaimana penggunaan diksi yang tepat dan cermat. Karena mahasiswa
selalu berkelut dengan karya-karya tulis dalam setiap tugas perkuliahannya.
Kami juga menyadari bahwa makalah
ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saran dari pembaca sangat
kami harapkan untuk perbaikan makalah kami selanjutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Juwita Silvi
Ratna,dkk, 2019, Bahasa Indonesia, Universitas Esa Unggul
Putrayasa Ida
Bagus, 2007, Kalimat Efektif, PT Refika Aditama
Dibia Ketut, 2017,
Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi, PT RajaGrafindo Persada
Hidayah Nurul,
2016, “Makalah Diksi Lengkap dengan DAFTAR PUSTAKA“, dalam http://tmbahpintar.blogspot.com/2016/12/makalah-diksi-lengkap-dengan-daftar.html?m=1 diunduh pada 12 Oktober 2019;
10.00 WIB
Manis Si, 2017, “Pengertian Diksi, Syarat, Ciri, Fungsi, Manfaat, Jenis, Dan Contoh Diksi Terlengkap” dalam https://www.pelajaran.co.id/2017/10/pengertian-diksi-syarat-ciri-fungsi-manfaat-jenis-dan-contoh-diksi.html diunduh pada 12 Oktober 2019;
10.10 WIB

Komentar
Posting Komentar